Perbuatan atau Perilaku Tercela Dzolim



Pengertian dzolim menurut Al Qur'an
  • Menurut Q.S Al-Maidah ayat 47 , makna zalim sendiri merugikan orang dan menuruti amarah atau hawa nafsunya
  • Menurut Q.S Huud ayat 101 , dan di surat Al-Baqarah, yaitu manusia yang bukan menyembah kepada Allah Swt.
  • Menurut Q.S Al-Kahf ayat 35 , makna zalim merupakan sifat keangkuhan maupun perbuatan dari kekafirannya.
  • Menurut Q.S AL-Ankabuut ayat 46 , yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim dalam ayat ini adalah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik , mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.
  • Menurut Q.S AL Anbiyaa ayat 13 , orang yang zalim itu di waktu merasakan azab Allah mereka melarikan diri , lalu orang-orang yang beriman mengatakan kepada mereka dengan secara cemooh agar mereka tetap ditempat semula dengan menikmati kelezatan-kelezatan hidup sebagaimana biasa , untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapkan kepada mereka
Dzolim menurut Hadist  

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Sirin, Muhammad pernah mengatakan bahwa,
"Di antara bentuk kezaliman seseorang terhadap saudaranya adalah apabila ia menyebutkan
keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikannya."

Dari kisah Abu Dzar Al-Ghifari dari Rasulullah sebagaimana ia mendapat wahyu dari
Allah bahwa Allah berfirman: "Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman
atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) di antara kalian,
maka janganlah kalian saling berlaku zalim." 

Dalam hadits lain Rasulullah Saw bersabda, "Takutlah kalian akan kezhaliman karena kezhaliman
adalah kegelapan pada hari Kiamat. 

Salah satu tanda akhir zaman adalah kejahatan yang semakin merata dan kedzoliman yang
semakin merajalela. Hati manusia seakan tak memiliki penghalang untuk menindas sesama.
Apa yang telah terjadi? Apa yang sebenarnya dicari?

Tidak semua orang berniat untuk mendzolimi atau menyakiti seseorang, tapi mereka yang
menjadi korban selalu merasakan. Lalu,  
 apa ancaman Al-Qur’an kepada orang-orang yang dzolim?

- Allah SWT , Tidak menyukainya -

وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ -٥٧-

“Dan Allah tidak menyukai orang zalim.” (Ali Imran 57, 140 dan Asy-Syura 40) 

- Allah SWT , melaknatnya-

 أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ -١٨-

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim.” (Huud 18)

- Allah Swt , mengancamnya dengan Ancaman Neraka -

حْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ -٢٢-

(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat
mereka dan apa yang dahulu mereka sembah.” (Ash-Shaffat 22)


اوَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَباً -١٥-

“Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam.” (Al-Jinn 15)

- Allah Swt , Mengharamkan syafaat bagi mereka -


مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ -١٨-

“Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya).” (Ghofir 18)

- Allah Swt , mengancamnya dengan siksaan di Dunia -

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا -٥٢-

“Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka.” (An-Naml 52)


وَسَكَنتُمْ فِي مَسَـاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ -٤٥-


“Dan kamu telah tinggal di tempat orang yang menzalimi diri sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah Berbuat terhadap mereka.” (Ibrahim 45)

- Allah Swt , Memberikan Kesulitan saat sakaratul maut -

وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلآئِكَةُ بَاسِطُواْ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُواْ أَنفُسَكُمُ -٩٣-

“(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,
(sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” (Al-An’am 93)

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً -٢٧-

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya
berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” (Al-Furqon 27)

- Allah Swt , Tidak akan melupakan perbuatan mereka walau tidak langsung diturunkan siksaannya kepada mereka -

َوَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ -٤٢-

“Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim.  Sesungguhnya Allah Menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (Ibrahim 42)

Naudzubillah semoga kita semua dijaga dari Perilaku Dzolim dan dari orang yang Dzalim..

sumber : Khazanahalquran.com
Rewritten : Aditya Nugraha

Posting Komentar

0 Komentar